Batang, berita-public.com — Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar pelatihan budidaya larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Inovasi ini memanfaatkan komoditas jagung pascapanen yang rusak atau tidak layak jual sebagai media tumbuh maggot, sehingga hasil pertanian yang tak terserap pasar tetap memiliki nilai guna tinggi sebagai alternatif pakan ternak.
Desa Kluwih memiliki potensi pertanian jagung yang cukup melimpah. Namun, tingginya curah hujan di musim penghujan sering kali menyebabkan sebagian hasil panen membusuk, mengalami penurunan kualitas, dan ditolak oleh pasar.

Untuk menekan kerugian petani, Rafi Nur Haqi, mahasiswa Program Studi Peternakan UNDIP bersama tim KKN-T, memperkenalkan teknik pengolahan jagung afkir tersebut menjadi media pakan BSF.
Pelatihan ini melibatkan secara aktif anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), serta Kelompok Ternak setempat melalui metode demonstrasi dan praktik langsung:
- Persiapan Wadah & Media: Mengolah dan mencacah jagung yang tak layak jual menjadi substrat/media tumbuh.
- Penetasan & Perawatan: Menebarkan telur maggot ke media serta memberikan edukasi pengontrolan kelembapan dan suhu ruangan.
- Pemanfaatan Hasil: Maggot yang dipanen kaya akan protein dan sangat cocok difungsikan sebagai pakan kaya nutrisi untuk ayam petelur maupun ikan.
Program pemberdayaan ini juga diusung untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Poin ke-12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
”Melalui pemanfaatan jagung afkir sebagai media maggot, kita tidak hanya mengurangi limbah hasil pertanian yang terbuang (food loss), tetapi juga menciptakan rantai pakan mandiri yang efisien bagi peternak lokal,” jelas Rafi.
Guna menyiasati keterbatasan durasi KKN yang belum memungkinkan pendampingan hingga seluruh siklus pertumbuhan selesai, tim KKN-T UNDIP membagikan leaflet panduan praktis serta bahan presentasi kepada para peserta.
Modul panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan belajar mandiri bagi warga Desa Kluwih agar dapat mereplikasi serta mengembangkan budidaya maggot BSF secara berkesinambungan.
Penulis: Rafi Nur Haqi (Mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP / Prodi Peternakan FPP UNDIP)
(Ferry/Red)






