Bandar Lampung, berita-public.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/4). Kunjungan ini bertujuan memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya penerapan skema kerja fleksibel atau Work From Home (WFH).
Didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wamendagri menjelaskan bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 terkait transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Kombinasi WFO dan WFH untuk Efisiensi
Wamendagri menegaskan bahwa kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi, yaitu Work From Office (WFO) dan WFH. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja ASN tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
“Saya datang ke Lampung atas perintah Menteri Dalam Negeri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi kebijakan ini,” ujar Wiyagus.
Dalam tinjauannya, Wiyagus mengapresiasi kesiapan Pemkot Bandar Lampung yang tetap menjaga kualitas layanan meski sebagian ASN bekerja dari rumah. Ia memastikan bahwa sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap beroperasi penuh.
“Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket tetap beroperasi normal. Tidak ada pengurangan layanan, masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.
Akselerasi Digitalisasi Birokrasi
Menurut Wiyagus, kebijakan Work From Anywhere (WFA) bukan sekadar fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari transformasi besar birokrasi. Kebijakan ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya, Meningkatkan efisiensi kerja ASN. Menjamin pelayanan publik tetap optimal. Mempercepat digitalisasi pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Ini tidak bisa dihindari, digitalisasi harus kita percepat,” tambahnya. Kedepannya, evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur dampak kebijakan terhadap penghematan operasional, seperti penggunaan listrik, air, hingga kendaraan dinas.
Bandar Lampung Targetkan WFH 50 Persen
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyambut positif kunjungan mendadak tersebut sebagai momentum evaluasi bagi jajarannya.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” ungkap Eva.
Saat ini, Pemkot Bandar Lampung baru menerapkan kebijakan WFH sebesar 20 persen. Namun, Eva menargetkan angka tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap sesuai arahan pusat.
“Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen,” pungkasnya.
Dengan hasil sidak yang positif, Bandar Lampung dinilai siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintahan daerah. (*)












