LAMPUNGPEMERINTAH PROVINSI

Dongkrak Harga Kakao Hingga Rp 80 Ribu/Kg, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi dari Desa di Pesawaran

×

Dongkrak Harga Kakao Hingga Rp 80 Ribu/Kg, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi dari Desa di Pesawaran

Sebarkan artikel ini

Lampung, berita-public.com — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong akselerasi hilirisasi komoditas kakao yang dimulai langsung dari tingkat desa. Strategi ini ditegaskan guna memastikan nilai tambah hasil perkebunan dapat dinikmati langsung oleh para petani lokal.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menyerahkan bantuan solar dryer (alat pengering tenaga surya) bantuan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Pekon Ampai, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Kamis (8/10/2026).

​Gubernur membeberkan bahwa dari total PDRB komoditas Lampung yang mencapai Rp 150 triliun, baru sekitar Rp 40 triliun atau di bawah 30 persen yang tersentuh hilirisasi. Sebagian besar nilai tambah justru mengalir ke industri besar di luar daerah.

​”Hilirisasi harus dimulai dari sumber bahan baku di desa. Cokelat itu mahal kalau kering bisa mencapai Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram dibanding kakao basah yang hanya Rp 20.000-Rp 30.000. Dengan solar dryer, petani bisa memproduksi kakao kering secara konsisten sepanjang tahun tanpa bergantung cuaca,” tegas Gubernur Mirza.

​Kabupaten Pesawaran tercatat sebagai penghasil kakao terbesar di Lampung dengan luas lahan mencapai 25.000,8 hektare dan akumulasi produksi 21.000 ton per tahun.

​Guna memperkuat potensi tersebut, OJKbersama BUMN menyusun ekosistem closed-loop yang menghubungkan sektor hulu hingga hilir:

  • ​PT PNM merealisasikan pembiayaan senilai Rp 318 juta bagi 50 debitur petani kakao di Pesawaran. Secara akumulatif, penyaluran pembiayaan PNM di Lampung sepanjang 2026 telah menembus Rp 2,04 triliun untuk 490 ribu nasabah ultra mikro.
  • ​Gubernur meminta Pekon Ampai tidak sekadar menjadi tempat pengeringan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembuatan dan pendistribusian alat solar dryer ke seluruh kawasan pesisir Lampung.
  • ​Menggandeng lembaga penjamin dan industri pengolahan guna memberikan kepastian harga serta menyerap hasil panen fermentasi petani.

​Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, menyambut baik penyaluran bantuan solar dryer yang dialokasikan untuk tiga desa, yakni Sidodadi, Maja, dan Pekon Ampai.

​Selain penguatan sektor perkebunan, Pemprov Lampung mengintegrasikan Pekon Ampai sebagai destinasi wisata budaya dan agroforestri. Berada di jalur strategis menuju objek wisata Gigi Hiu, Kiluan, dan Pahawang, Pekon Ampai yang berstatus Kampung Tua ini disiapkan menjadi pusat kebudayaan Lampung.

​Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan Gubernur Lampung kepada Masyarakat Adat Marga Punduh atas komitmen pelestarian budaya lokal, bertepatan dengan penerapan kebijakan Hari Kamis Beradat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini