Lampung Tengah, berita-public.com — Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran (TA) 2025 di SMPN 2 Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, memicu tanda tanya besar. Sekolah tersebut tercatat mengalokasikan anggaran fantastis hingga Rp 358,12 juta untuk pemeliharaan sarana prasarana (sarpras) dan pengembangan perpustakaan.
Berdasarkan data yang dihimpun, kucuran dana yang bersumber dari uang negara tersebut direalisasikan dalam dua tahap sepanjang TA 2025:
Tahap I : Pengembangan Perpustakaan: Rp 66.913.800 dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp 169.154.400.
Tahap II : Pengembangan Perpustakaan: Rp 54.200.700 dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp 67.852.900, dengan Total Alokasi Gabungan: Rp 358.121.800.
Kendati menyerap anggaran pemeliharaan hingga ratusan juta rupiah, besarnya kucuran dana tersebut dinilai sama sekali tidak sebanding dengan kondisi fisik sekolah di lapangan pada TA 2025.
Sumber internal mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, sejumlah bagian bangunan sekolah termasuk atap dan plafon dalam kondisi jebol serta terbengkalai tanpa perbaikan memadai.
Anehnya, upaya perbaikan fisik secara kasat mata justru baru terlihat diupayakan pada Tahun Anggaran 2026, setelah kondisi kerusakan tersebut berlarut-larut dibiarkan.
”Anggarannya cair ratusan juta di 2025, tapi fisik sekolah masih banyak yang rusak dan terbengkalai. Perbaikan baru dikerjakan di 2026, ini tentu jadi pertanyaan besar,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya. (09/10/26).
Kondisi ketimpangan antara realisasi anggaran dengan fakta di lapangan ini memicu dugaan kuat bahwa alokasi Dana BOS TA 2025 item pemeliharaan sarpras tidak direalisasikan secara optimal sesuai peruntukannya.
Situasi ini sekaligus memunculkan indikasi ketidaksesuaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi resmi kepada Kepala SMPN 2 Kota Gajah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah guna mendapatkan penjelasan berimbang. (Red)











