LAMPUNG

Dorong Pendapatan Desa, Pemprov Lampung Siapkan BUMDes Jadi Motor Ekspor

Lampung, berita-public.com — Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan strategi penguatan ekonomi perdesaan melalui pengembangan program Ekspor dari Desa sebagai bagian dari ekosistem Program Desaku Maju.

​Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Kerja Sekda, Rabu (26/8/2026).

​Program ini dirancang untuk mengakselerasi perekonomian desa, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan pendapatan asli desa melalui penguatan rantai pasok ekonomi dari hulu hingga hilir.

​Melalui skema tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ditargetkan menjadi pemain utama yang mampu mengelola dan mengekspor komoditas unggulan daerah secara mandiri, sehingga nilai tambah produk dapat dinikmati langsung oleh masyarakat perdesaan.

Sinergi Lembaga dan Pemetaan Komoditas

​Untuk mewujudkan ekosistem Ekspor dari Desa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung telah memulai pemetaan komoditas potensial di berbagai daerah yang siap menembus pasar internasional.

​Sekdaprov Lampung menegaskan bahwa konsep besar ini memerlukan kolaborasi lintas instansi, mulai dari penyusunan regulasi, pemetaan komoditas, penguatan kelembagaan BUMDes, hingga pendampingan teknis ekspor.

​”Keputusan dari rapat hari ini bahwa kita akan memastikan konsep ini. Dokumen tertulisnya harus diselesaikan oleh Bappeda bersama dengan Disperindag terkait dengan alur prosesnya,” tegas Marindo Kurniawan.

Penguatan Kapasitas Pengelola BUMDes

​Sebagai langkah konkret penyelarasan di lapangan, Pemprov Lampung juga akan mengintegrasikan program ini dengan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola BUMDes yang diampu oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi (PMD) pada September 2026 mendatang.

​”Simultan dengan proses itu, kita segera melaksanakan workshop. Kebetulan di bulan September ini ada Bimtek peningkatan kapasitas pengelola BUMDes di PMD. Oleh karenanya, Disperindag dan Bappeda segera berkoordinasi dengan PMD untuk memastikan program tersebut,” tambah Marindo.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemprov Lampung optimistis desa tidak lagi sekadar menjadi penghasil bahan mentah (raw material), tetapi mampu mengolah nilai tambah produk dan berperan aktif dalam jaringan perdagangan global. (Pemprov Lampung / Red)

Exit mobile version