Bandar Lampung, berita-public.com – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Sidang Pleno sekaligus Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung khidmat di Kota Medan, Kamis (2/7/2026).
Dalam sidang pleno tersebut, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, secara resmi menyampaikan sembilan poin rekomendasi strategis hasil merajut gagasan seluruh pemerintah kota se-Indonesia.
Sembilan rekomendasi yang akan diadvokasikan ke pemerintah pusat tersebut meliputi:
- Fiskal & Kepegawaian: Penguatan kapasitas fiskal daerah serta penataan kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Infrastruktur & Digitalisasi: Penguatan tata kelola program strategis nasional, percepatan pembangunan infrastruktur/konektivitas wilayah, dan transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.
- Ekonomi & Lingkungan: Penguatan ketahanan lingkungan menuju kota berkelanjutan, serta penguatan ekonomi lokal lewat pembangunan yang inklusif.
- Tata Ruang & Hukum: Penguatan tata ruang melalui kerja sama pembangunan kewilayahan, serta penguatan advokasi hukum bagi pemerintah daerah.
Rangkaian agenda tahunan ini resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam sambutannya, AHY menggarisbawahi pentingnya harmoni antara pusat dan daerah.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mewujudkan pemerataan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat,” tegas AHY.
Keikutsertaan aktif Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas XVIII APEKSI merupakan wujud komitmen nyata Wali Kota Eva Dwiana untuk terus memperkuat kolaborasi antardaerah, mendorong inovasi birokrasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan responsif.
Dengan berakhirnya Rakernas ini, sembilan poin rekomendasi yang telah disepakati diharapkan dapat menjadi kompas bersama dalam membangun kota-kota di Indonesia—termasuk Bandar Lampung—yang maju, tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (*)











