BEKASI

Lanjutkan Pembangunan Bersama Dede Sulaeman: Bangun Mekar Mukti yang Merata dan Berbudaya

Bekasi, berita-public.com – Suasana politik di Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cikarang Utara, mulai menghangat. Kepala Desa incumbent (petahana), Dede Sulaeman, S.Kom, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju kembali dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026–2034.

Dede menegaskan komitmennya untuk melanjutkan roda pembangunan desa yang sudah berjalan, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan lokal. Untuk periode mendatang, ia memaparkan lima pilar utama yang menjadi program unggulannya:

Ngawangun Babarengan: Melayani dengan Hati

Dede menyoroti pentingnya pelayanan publik yang ramah, cepat, dan bebas dari birokrasi yang berbelit. Konsep babarengan (gotong royong) menjadi kunci utama kepemimpinannya.

“Kantor desa harus menjadi rumah kedua bagi warga. Semua urusan administrasi, pengaduan, hingga pemberdayaan UMKM akan kita permudah. Melayani dengan hati, bukan dilayani,” tegas Dede.

Ia juga berencana memperkuat sistem pelayanan digital desa agar warga Mekar Mukti dapat mengakses layanan surat-menyurat dan informasi dana desa secara transparan dari mana saja.

Ngora Kreatif: Inovatif dan Siap Hadapi Perubahan

Menyasar generasi muda, Dede ingin Mekar Mukti bertransformasi menjadi desa yang melek teknologi dan ekonomi kreatif.

“Anak muda Mekar Mukti harus jadi pelopor. Kita akan siapkan ruang kreatif, pelatihan digital marketing, pelatihan content creator, hingga inkubator UMKM berbasis online,” ujarnya.

Menurutnya, desa harus adaptif terhadap perubahan zaman agar pemuda setempat mampu menciptakan peluang di tanah kelahiran mereka sendiri.

Ngajaga Warisan: Budaya Jadi Kekuatan Desa

Dede berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi sekaligus identitas desa yang tidak boleh pudar.

“Kesenian tradisional, upacara adat, bahasa Sunda, hingga kearifan lokal di sektor pertanian akan kita hidupkan kembali. Kita agendakan Festival Budaya Mekar Mukti setiap tahun,” jelasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan generasi penerus tidak tercerabut dari jati dirinya.

Rahayat Bagja: Pembangunan yang Merata

Fokus utama pada periode lanjutan ini adalah asas keadilan spasial. Dede berkomitmen agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berpusat di satu titik.

“Jalan desa, drainase, irigasi pertanian, hingga penerangan jalan akan kita ratakan sampai ke pelosok RW. Tidak boleh ada kampung yang tertinggal,” pintanya. Ia juga menjanjikan peningkatan layanan posyandu serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Mekarmukti Waluya: Lingkungan Lestari, Masa Depan Gemilang

Isu lingkungan hidup turut menjadi perhatian serius lewat program “Waluya” (sehat, asri, dan lestari).

“Kita akan genjot penghijauan, pengelolaan sampah mandiri berbasis bank sampah, serta konservasi sumber air. Desa yang lestari adalah investasi terbaik untuk anak cucu kita,” tutup Dede.

Rencana keberlanjutan ini mendapat respons positif dari akar rumput. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda secara terbuka menyatakan dukungannya.

“Kami butuh pemimpin yang melanjutkan program nyata, bukan mulai lagi dari nol. Program Pak Dede sudah terbukti, tinggal dikuatkan saja,” ujar salah seorang warga setempat.

Dengan mengusung semangat tagar #Lanjutkeun, Dede Sulaeman optimistis dapat membawa Desa Mekar Mukti menuju era yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Ferry /Arvan)

 

Exit mobile version