Bandar Lampung, berita-public.com — Aksi kekerasan terhadap insan pers kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Dua orang jurnalis diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum pelaksana proyek saat menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (26/8/2026).
Terduga pelaku kekerasan ditenggarai merupakan oknum dari CV Sama Cinta Konstruksi, perusahaan pemenang tender proyek pengerjaan Maksimalisasi Gerbang Kampus UIN Raden Intan Lampung.
Kronologi Singkat di Lokasi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula saat kedua awak media mendatangi lokasi pembangunan gerbang kampus untuk mengambil dokumentasi serta mengumpulkan bahan berita.
Meski dikabarkan telah meminta izin secara patut kepada pihak pekerja di lapangan sebelum mengambil foto, situasi di lokasi mendadak memanas hingga berujung pada tindakan intimidasi dan dugaan penganiayaan fisik secara bersama-sama.
”Kami datang secara baik-baik dan meminta izin untuk dokumentasi proyek. Namun situasi justru memanas hingga terjadi tindakan kekerasan,” ungkap salah satu jurnalis korban pengeroyokan.
Sore ini, kedua korban didampingi rekan pers telah mendatangi Mapolresta Bandar Lampung untuk membuat laporan polisi (LP) resmi serta menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan visum medis.
Penanganan kasus ini mendesak untuk dikawal secara tuntas oleh aparat penegak hukum mengingat aksi kekerasan tersebut terjadi saat jurnalis sedang mengemban tugas publik yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sorotan Akses Informasi dan Transparansi Proyek Publik
Proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti UIN Raden Intan Lampung merupakan kegiatan yang dibiayai oleh uang negara/APBN, sehingga pelaksanaan fisiknya terbuka untuk diawasi oleh publik dan media massa.
Tindakan menghalang-halangi apalagi melakukan penganiayaan terhadap jurnalis tidak hanya melanggar pidana umum, tetapi juga mengancam kebebasan pers dan transparansi pengelolaan anggaran publik.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak CV Sama Cinta Konstruksi maupun jajaran pimpinan UIN Raden Intan Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pengeroyokan di area kampus tersebut. (Red)











