Labuan Bajo, berita-public.com – Menjelang peringatan Hari Kartini, Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) menunjukkan aksi nyata dalam pemberdayaan perempuan di sektor maritim. Pada 14–15 April 2026, dua instruktur perempuan KP3I, Mimi Amilia dan dr. Imelda Donosepoetro, memimpin langsung pelatihan keselamatan bagi para pelaku wisata bahari di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup program nasional DAN Diving Safety 1000 Initiative yang telah berjalan sejak 2023. Berkolaborasi dengan Divers Alert Network (DAN), NAUI, dan Kementerian Pariwisata, program ini telah melatih lebih dari 1.000 peserta di berbagai destinasi unggulan Nusantara, mulai dari Kepulauan Seribu, Manado, hingga Bali.
Fokus Keselamatan dan Sertifikasi
Para peserta yang terdiri dari pemandu selam dan operator tur dibekali materi First Aid Responder dan Basic Life Support (BLS). Sebagai dukungan fisik, DAN juga menyumbangkan 1.000 unit First Aid Kit kepada para peserta.
“Pelatihan ini vital bagi ekosistem wisata kita. Sertifikasi keselamatan bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujar Mimi Amilia.
Kepemimpinan Mimi dan dr. Imelda dalam pelatihan ini menjadi simbol runtuhnya dominasi maskulinitas di industri penyelaman. Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu memegang kendali pada aspek krusial seperti keselamatan jiwa.
Hadir di Marine Action Expo 2026
Setelah sukses di Labuan Bajo, KP3I akan melanjutkan momentum Hari Kartini dengan berpartisipasi dalam Marine Action Expo pada 24–26 April 2026 di Balai Kartini, Jakarta.
Dalam pameran tersebut, KP3I akan memamerkan berbagai inisiatif komunitas, mulai dari edukasi keselamatan, konservasi laut, hingga advokasi pariwisata berkelanjutan. Pemilihan Balai Kartini sebagai lokasi pameran dinilai memiliki makna simbolis yang kuat dalam menghubungkan sejarah perjuangan kesetaraan dengan peran perempuan di industri kelautan modern.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis. Hari Kartini adalah panggilan bagi kami untuk terus bergerak menjaga keamanan dan kelestarian laut Indonesia,” tutup Mimi. (*)











