WAY KANAN

SMAN 2 Negeri Agung Bantah Isu Pungutan Mushola dan Penahanan Ijazah Alumni Tahun 2020

​Way Kanan, berita-public.com — Kepala SMAN 2 Negeri Agung, Iswahyudi, S.Pd., memberikan klarifikasi resmi terkait isu dugaan pungutan sumbangan pembangunan musala serta tuduhan penahanan ijazah milik salah seorang alumni kelulusan tahun 2020.

​Iswahyudi menegaskan bahwa seluruh informasi miring yang beredar di tengah masyarakat tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihaknya memastikan penyerahan ijazah di sekolah tersebut sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

​”Kami tegaskan tidak ada kebijakan penahanan ijazah maupun pungutan liar. Sejumlah ijazah yang masih tersimpan di sekolah murni karena kendala teknis administratif, seperti pemiliknya belum datang untuk cap tiga jari dan sulit dihubungi,” ujar Iswahyudi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2026).

​Dalam klarifikasinya, pihak sekolah turut meluruskan sejumlah poin kontroversial yang sempat disorot:

  1. ​Iswahyudi memastikan bahwa iuran sebesar Rp20 ribu per bulan yang dikabarkan dibebankan kepada siswa sejak 2018 sama sekali tidak pernah diberlakukan sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada 2019.
  2. ​Menanggapi isu yang menyebut fasilitas tempat ibadah terbengkalai tanpa pintu dan jendela, pihak sekolah memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik. “Sejak 2024 kami sudah memasang pintu dan jendela kaca. Musala aktif difungsikan dengan baik,” jelasnya.
  3. ​Tunggakan SPP Rp 400 Ribu, Pihak sekolah membantah keras anggapan bahwa ijazah ditahan karena tunggakan administrasi, serta berkomitmen menjalankan instruksi Dinas Pendidikan untuk menyerahkan seluruh hak dokumen siswa secara cuma-cuma.

​Terkait dokumen ijazah alumni tahun 2020 yang masih berada di ruang administrasi sekolah, Iswahyudi menjelaskan bahwa hal tersebut terkendala oleh keberadaan alumni yang bersangkutan.

​Selain belum melakukan proses pembubuhan sidik jari (cap tiga jari) pada lembar ijazah, pihak sekolah mengaku kesulitan melacak alamat maupun nomor kontak terbaru alumni tersebut akibat seringnya berganti nomor.

​Pihak SMAN 2 Negeri Agung telah berulang kali membuka imbauan terbuka agar para alumni segera mendatangi sekolah untuk mengambil dokumen kelulusan mereka dengan membawa identitas diri. (*/Red)

Exit mobile version