Lampung, berita-public.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BIDIK Lampung mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola dan kinerja manajemen RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM.
Desakan ini mencuat setelah ditemukannya berbagai persoalan krusial yang dinilai mengancam kualitas pelayanan kesehatan dan menurunkan motivasi kerja para pegawai di rumah sakit pelat merah tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, Ketua LSM BIDIK Lampung, Gustama, menduga pendapatan RSUD Dr. H. Bob Bazar pada tahun 2026 mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan periode sebelumnya. menurutnya, kemerosotan ini menjadi sinyal kuat adanya raport merah pada sistem pengendalian internal rumah sakit.
“Penurunan pendapatan dalam ritme yang begitu cepat mengindikasikan lemahnya kapasitas manajerial dan kurangnya respons cepat manajemen terhadap persoalan internal. Ini menjadi pemantik runtuhnya kualitas pelayanan kesehatan di sana,” ujar Gustama, Jumat (3/7/2026).
Dampak penurunan pendapatan ini dilaporkan mulai memukul kesejahteraan para tenaga kesehatan (nakes). Jasa Pelayanan (Jaspel) nakes yang semula berada di kisaran Rp3.000.000, kini anjlok drastis menjadi hanya sekitar Rp1.000.000.
Ironisnya, di tengah pemotongan hak para nakes yang menjadi ujung tombak pelayanan, LSM BIDIK menemukan adanya kejanggalan tren Jaspel di bagian struktural tertentu. Jaspel khusus staf di bagian keuangan justru dilaporkan melonjak dua kali lipat, dari Rp3.000.000 naik ke kisaran Rp6.000.000.
“Ketimpangan ini sangat janggal dan patut diuji kembali. Kita harus memastikan bahwa kebijakan anggaran ini tidak lahir dari motif personal yang mencederai keadilan bagi nakes lainnya,” kata Gustama.
Imbas dari goyahnya keuangan rumah sakit diduga kuat mulai berdampak pada pelayanan inti pasien. Gustama membeberkan, pada 17 Juni 2026 lalu, sempat terjadi kekosongan obat di Instalasi Farmasi yang menyebabkan seorang dokter spesialis di poli rawat jalan tidak dapat membuka praktik.
Selain krisis obat, investigasi BIDIK Lampung juga menyoroti buruknya pemeliharaan sarana penunjang rumah sakit, di antaranya:
- Banyaknya titik lampu penerangan rumah sakit yang mati.
- Mayoritas sistem kamera pengawas (CCTV) dalam kondisi rusak.
- Munculnya bau menyengat dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengganggu kenyamanan pasien dan pengunjung.
Menyikapi rentetan persoalan tersebut, LSM BIDIK Lampung meminta Bupati Lampung Selatan tidak tinggal diam dan segera mengevaluasi para pejabat struktural di RSUD Dr. H. Bob Bazar.
“Tujuan kami membuka data ini adalah mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret. Perlu ada audit independen dan evaluasi total terhadap jajaran pejabat strukturalnya. Jika tata kelola organisasi berjalan baik, persoalan-persoalan teknis dan finansial seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sebelum merugikan masyarakat luas,” pungkas Gustama. (*)












