Bandar Lampung, berita-public.com – Di tengah guyuran hujan deras yang melanda Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026) malam, Wali Kota Eva Dwiana mengunjungi keluarga korban yang hanyut terbawa arus sungai di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras.
Kedatangan orang nomor satu di Bandar Lampung ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta bantuan langsung kepada keluarga yang tengah berduka akibat musibah banjir bandang tersebut.
Bantuan dan Pantauan Lapangan
Dalam kunjungannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva ini menyerahkan santunan tali asih kepada keluarga almarhumah dan mendistribusikan bantuan bahan pangan bagi warga sekitar yang terdampak luapan air.
Meski kondisi cuaca masih ekstrem dengan luapan air di sejumlah drainase jalan raya, Bunda Eva tetap memantau langsung titik-titik banjir. Ia tampak berkoordinasi intensif dengan jajaran terkait untuk mempercepat penyusutan debit air dan memastikan proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman berjalan lancar.
Kisah Pilu di Balik Musibah
Suasana haru menyelimuti pertemuan saat Andri (35), suami dari korban bernama Dewi Melani (34), menceritakan detik-detik terakhir bersama istrinya. Di hadapan Wali Kota, Andri mengisahkan momen memilukan saat ia sempat menggenggam erat tangan istrinya sebelum arus banjir bandang memisahkan mereka.
“Semalam adalah cobaan terberat hidup saya. Saat kejadian, salah satu anak saya sudah berada di atas loteng. Kami sedang berkemas menyelamatkan barang-barang, namun tiba-tiba tanggul di dekat rumah jebol dan air menerjang sangat cepat,” ungkap Andri dengan nada lirih.
Komitmen Penanganan
Bunda Eva menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan terus berupaya maksimal dalam penanganan pascabencana, termasuk perbaikan infrastruktur tanggul yang rusak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran BPBD dan Satgas kebersihan masih disiagakan di lokasi untuk membantu warga membersihkan material sisa banjir dan memastikan kondisi lingkungan kembali kondusif. (*)











