Bandar Lampung, berita-public.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Tim Satgas Lapangan melakukan aksi jemput bola dengan membersihkan drainase di sepanjang Jalan Pulau Singkep, Kecamatan Sukarame, hingga wilayah Kecamatan Tanjungkarang Timur pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna memastikan seluruh saluran air berfungsi optimal. Fokus utama petugas adalah mengangkat sedimen berupa endapan lumpur, pasir, hingga tanaman merambat yang menyumbat aliran air.
Respons Cepat Pasca-Hujan
Langkah ini diambil sebagai respons atas luapan air yang sempat terjadi di beberapa titik akibat hujan deras pada Jumat sore kemarin. Satgas gabungan yang terdiri dari personel BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas PU, hingga pihak kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk melakukan normalisasi.
Meski cuaca di bawah terik matahari cukup menyengat, para petugas tampak tetap sigap membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat gorong-gorong.
“Pemkot bergerak cepat. Kemarin sore hujan ada luapan, hari ini sampah-sampahnya langsung dibersihkan agar air tidak meluap lagi saat hujan turun,” ujar Reza, salah seorang warga Kecamatan Sukarame.
Reza juga mengapresiasi kinerja petugas lapangan dan berharap kesadaran serupa muncul dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.
Komitmen Jangka Panjang Atasi Banjir
Sebelumnya, Dinas PU Kota Bandar Lampung telah melakukan perbaikan talud dan pembersihan sedimentasi di 18 titik pada Rabu (8/4). Selain pembersihan rutin, Pemkot juga melakukan percepatan normalisasi sungai dan gorong-gorong, termasuk penataan konstruksi bangunan di wilayah Kelurahan Tanjung Senang.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa normalisasi drainase dan sungai adalah komitmen jangka panjang pemerintah dalam memberikan rasa nyaman bagi warga.
“Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas kami. Kami fokus melakukan pembersihan sedimen tebal di setiap gorong-gorong di Bandar Lampung agar daya tampung air kembali maksimal,” tegas Eva Dwiana.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko banjir dan genangan di wilayah-wilayah rawan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar meski di musim penghujan. (*)











