Bandar Lampung, berita-public.com – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Mapolda Lampung, Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Polda Lampung menegaskan langkah konkret dalam menangani kasus kejahatan yang menyasar anak di bawah umur.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan komitmen penuh Pemkot Bandar Lampung untuk memberikan perlindungan serta pemulihan psikis bagi para korban. Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah jaminan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak yang menjadi korban.
“Insyaallah besok kami akan melakukan peninjauan langsung. Kami bertanggung jawab penuh untuk memastikan pendidikan mereka tidak terputus. Jika memang tidak memungkinkan di sekolah negeri, Pemkot akan memfasilitasi mereka di sekolah swasta, baik SMA maupun SMK di Bandar Lampung hingga lulus,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva tersebut.
Menurutnya, hak anak untuk memperoleh pendidikan adalah hal yang mutlak dan tidak boleh terhenti meski mereka sedang menghadapi trauma akibat kejahatan perdagangan orang.
Penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur penegak hukum. Bunda Eva menyatakan terus berkoordinasi intensif dengan Gubernur Lampung, Kapolda Lampung, serta Kapolresta Bandar Lampung untuk memastikan proses hukum berjalan maksimal sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Selain fokus pada pemulihan korban, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan langkah preventif yang agresif. Dalam waktu dekat, Pemkot akan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung guna mengawasi penggunaan telepon genggam (gadget) di kalangan pelajar.
“Kami akan mengadakan sidak ke SMP-SMP se-Kota Bandar Lampung. Kita ingin mengedukasi anak-anak agar lebih bijak dan waspada dalam menggunakan HP. Pengawasan dari orang tua dan guru adalah benteng utama,” jelasnya.
Langkah ini diambil menyusul maraknya modus kejahatan berbasis digital, termasuk penipuan lowongan kerja fiktif yang kerap menjadi pintu masuk praktik TPPO. Pemkot Bandar Lampung berharap sinergi antara sekolah dan keluarga dapat memutus rantai eksploitasi anak di era digital.











