Bandar Lampung, berita-public.com – Ratusan buruh di Pelabuhan Panjang, Lampung, resmi membentuk wadah perjuangan baru bernama Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang (FBBMP). Pengukuhan forum ini dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) sebagai bentuk respons kolektif terhadap kebijakan pemerintah pusat dan kondisi tata kelola pelabuhan saat ini.
Lahirnya FBBMP dipicu oleh rencana pemerintah pusat yang akan mencabut aturan lama terkait pengelolaan buruh pelabuhan. Selain itu, para buruh menyuarakan kegelisahan mereka terhadap tata kelola koperasi lokal yang dinilai tidak transparan selama bertahun-tahun.
Penasihat FBBMP, Ahmad Kennedy, menegaskan bahwa forum ini akan menjadi instrumen bagi para buruh untuk menuntut hak-hak mereka secara utuh dan menghapus praktik monopoli di lingkungan pelabuhan.
“Forum ini akan menjadi alat perjuangan agar tidak ada lagi monopoli, sehingga hak-hak buruh bisa kembali diterima seutuhnya,” tegas Ahmad Kennedy dalam acara pengukuhan tersebut.
Langkah Strategis, Lapor Disnaker hingga Audiensi dengan Gubernur
Pasca pengukuhan, pengurus FBBMP telah menyusun langkah taktis. Pada Kamis (23/4), mereka dijadwalkan akan langsung melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung untuk melegalkan eksistensi organisasi.
Tak berhenti di situ, pada awal bulan depan, FBBMP juga merencanakan audiensi langsung dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi buruh secara langsung agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Melalui wadah ini, para buruh berharap tercipta ekosistem kerja di Pelabuhan Panjang yang lebih adil, transparan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. (Red)











