BANDAR LAMPUNG

Soal Banjir di Bandar Lampung, Wali Kota Eva Dwiana Ajak Pemprov hingga Balai Besar Wilayah Sungai Cari Solusi Bersama

Bandar Lampung, berita-public.com – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Seneng, tepatnya di Perumahan Arinda, Jumat 6 Maret 2026 malam.

Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bandar Lampung sejak siang hingga sore hari, sehingga menyebabkan genangan di hampir seluruh wilayah kota.

Dalam peninjauan tersebut, Eva Dwiana menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota saja. Ia meminta adanya solusi bersama dengan pihak Balai serta pemerintah kabupaten di wilayah sekitar, terutama karena aliran sungai juga melintasi daerah perbatasan.

“Kalau kondisi seperti ini terus, kita juga tidak tahu selesainya kapan. Satgas banjir kemarin juga sudah melibatkan beberapa kabupaten, tapi ternyata belum maksimal. Kalau tidak melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, ini tidak bisa selesai,” ujar Eva.

Menurut dia, perlu duduk bersama antara pemerintah kota, kabupaten, provinsi dan pihak Balai untuk mencari solusi penanganan banjir secara menyeluruh, terutama di wilayah perbatasan dengan Lampung Selatan.

Ia mencontohkan salah satu titik di perbatasan Rajabasa yang menurutnya membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena pembangunan infrastruktur yang tidak merata dapat memicu banjir.

“Kalau kita sudah tinggikan di sisi Kota Bandar Lampung, tapi di sebelahnya tidak, ya tetap saja banjir. Jadi harus ada solusi bersama,” kata Eva.

Selain meninjau lokasi, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyiapkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Sekitar 600 kepala keluarga (KK) akan menerima bantuan uang bersih-bersih sebesar Rp1 juta per KK.

“Total sementara sekitar 600 KK yang akan menerima bantuan. Ini uang bersih-bersih Rp1 juta per KK. Selain itu juga kita berikan sembako dan nasi kotak untuk warga terdampak,” jelas dia.

Eva menambahkan, bantuan tersebut akan disalurkan di beberapa lokasi terdampak seperti Tanjung Seneng dan Sukarame.

Ia juga memastikan pemerintah kota terus melakukan penanganan darurat, termasuk pengerahan alat dan personel untuk membersihkan material banjir.

Meski demikian, Eva menegaskan, penanganan banjir di Kota Bandar Lampung membutuhkan solusi jangka panjang melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kalau kita duduk bersama dan mencari solusi, insyaallah bisa selesai. Kalau memang harus patungan anggaran atau ada tugas dari kabupaten dan kota, kita siap. Yang penting ada solusi jelas,” tegas Eva. (*)

Exit mobile version