Lampung, berita-public.com — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Al Hajdid, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Apresiasi ini diberikan atas konsistensi penerapan Tes Potensi Akademik (TPA) berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi Sekolah Unggul.
Hal yang menarik perhatian, apresiasi tersebut disampaikan Yudha meskipun putra kandungnya yang mengikuti seleksi masuk Sekolah Unggul di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 10 Bandar Lampung dinyatakan tidak lolos.
Melansir pemberitaan RMOL Lampung, legislator tersebut mengaku berlapang dada menerima hasil seleksi. Ia menilai proses penyaringan siswa baru kali ini berjalan sangat objektif, transparan, dan adil bagi seluruh peserta.
“Anak saya mendaftar di SMAN 2 dan SMAN 10 tetapi tidak lulus. Sebagai orang tua tentu ada rasa sedih, namun di sisi lain saya juga bangga karena ini membuktikan bahwa sistem tesnya berjalan dengan adil,” ujar Yudha, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Yudha, apa yang dialami oleh putranya menjadi bukti konkret di lapangan bahwa sistem seleksi yang diterapkan Disdikbud Lampung saat ini murni berbasis kompetensi akademik. Sistem tersebut dinilai mampu menutup celah adanya perlakuan khusus atau fasilitas “titipan” bagi anak pejabat maupun anggota legislatif.
Pasca-pengumuman hasil seleksi tersebut, Politisi Partai NasDem ini mengaku langsung mengambil langkah cepat untuk mencari alternatif pendidikan lain bagi sang putra melalui jalur penerimaan sekolah reguler yang dijadwalkan buka pada 15 Juni mendatang.
“Artinya, kemampuan anak saya memang bukan di jalur unggulan tersebut. Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk mencari alternatif melalui jalur sekolah reguler,” tambahnya.
Yudha menilai, penggunaan sistem CAT mampu menghadirkan iklim penerimaan peserta didik baru yang jauh lebih transparan dan akuntabel. Melalui sistem ini, nilai dan hasil pengerjaan tes para peserta dapat langsung diketahui secara transparan seketika setelah ujian selesai.
“Saya mengalami sendiri prosesnya dan saya ikut merasa bangga,” tuturnya.
Yudha berharap sistem seleksi yang mengedepankan objektivitas dan kejujuran akademik ini dapat terus dipertahankan serta disempurnakan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga integritas proses penerimaan peserta didik akan memberikan dampak positif yang masif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.
“Kalau sistem seperti ini dipertahankan, nilai dan kualitas pendidikan Provinsi Lampung di masa depan pasti akan jauh lebih baik. Saya sangat mengapresiasi terobosan ini,” pungkasnya. (*)











