Lampung, Berita-public.com – Sejumlah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyambangi kantor redaksi sinarlampung.co, Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk membedah langsung strategi manajemen media di tengah gempuran disrupsi digital.
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Media Massa di bawah bimbingan dosen Hestin Oktiani, S.Sos., M.Si., ini menjadi ruang diskusi intensif mengenai cara media lokal bertahan dan berkembang.
Dalam sesi wawancara, Pimpinan Perusahaan sinarlampung.co, Tari Pratama (Tama), menekankan pentingnya adaptasi teknologi tanpa mengorbankan marwah jurnalistik. Di tengah dominasi platform seperti TikTok dan Instagram, media siber dituntut lebih kreatif namun tetap kredibel.
“Media saat ini tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Kami harus menyesuaikan diri dengan perkembangan platform digital, namun tetap berpegang teguh pada prinsip jurnalistik profesional. Kecepatan memang penting, tapi akurasi dan etika jauh lebih utama,” tegas Tama.
Standarisasi Dewan Pers sebagai Fondasi
Selain strategi konten, Tama menyoroti pentingnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di ruang redaksi. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui proses verifikasi yang ketat dan kepemimpinan redaksi yang teruji.
“Seorang Pemimpin Redaksi harus benar-benar kompeten dan mengantongi sertifikat UKW Utama sesuai anjuran Dewan Pers. Ini adalah jaminan bagi publik bahwa informasi yang kami sajikan telah melalui proses pengolahan yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sesuai dengan slogannya, “Edukasi Cerdaskan Rakyat”, sinarlampung.co terus mengarahkan strategi pengembangannya pada penguatan konten yang relevan dan dekat dengan kebutuhan masyarakat Lampung.
Perwakilan mahasiswa, Andre Sumanto Lumban Gaol, menyebutkan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru yang tidak ditemukan di dalam buku teks. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai perencanaan pembangunan perusahaan pers hingga pemetaan segmentasi audiens.
“Kami belajar bagaimana sebuah redaksi menentukan arah pemberitaan yang berimbang dan mengelola manajemen perusahaan di era digital secara komprehensif,” ujar Andre.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa memiliki bekal praktis dalam memahami dunia pers dan mampu menjembatani teori akademik dengan dinamika nyata di lapangan.
Adapun mahasiswa yang terlibat dalam studi lapangan ini antara lain: Aqiila Nadya Alsinta, Dhea Ranisa, Khalila Nesya Putri, Layli Ramadhini Prawoto, Ranggita Zahwa Kusuma Wardhani, Chlara Amelia Putri, Feby Valentina Sinaga, Nabila Septiadel Putri, Andre Sumanto Lumban Gaol, dan Rahma Setya Nur’Aini. (*)











